Blog My Friend
|
|||
Monumen Nasional
Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.
Sejarah
Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.
Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur
[sunting] Konstruksi dan Pameran
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.
Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).
Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".
Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.
Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).
Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".
Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Pernak Pernik Jakarta dan Sekitarnya
WAHAI BUNDARAN HI..JANTUNG KOTAKU
Mega-mega jang disentuh, pudar karena keagungan kerja
Badai-badai jang ditentang,njisih karena keagungan jiwa
Tiadalah kebahagiaan sebesar kebahagian selesai kerja
Tiadalah kelapangan sebesar kelapangan kemenangan jiwa
Dan semua pengabdian Diuntukkan bagi keagungan bangsa
Dan semua kelelahan Diuntukkan bagi kemulian manusia……..
Sebuah puisi tertuliskan pada sebidang bingkai terbuat dari kuningan di ruang lobby Hotel Indonesia, dan tertulis pada saat peresmian Hotel Indonesia tanggal 5 Agustus 1962 sedangkan diluar bangunan hotel Tugu Selamat Datang juga berdiri dengan megahnya melambaikan tangan keramahan dan keceriaan bangsa Indonesia menyambut kontingen-kontingen duta olahraga pada pesta Asian Games tahun 1962 .
MONUMEN PATUNG SELAMAT DATANG, Bundaran HI berada tepat pada garis axis Utara –Selatan mengikat kawasan pelabuhan Tanjung Priok disebelah Utara dan kawasan Kebayoran disebelah selatan ,serta mempunyai simbol-simbol tertentu dengan dua pilar beton dengan tinggi 30 meter dengan tinggi patung sekitar 7 meter terletak pada poros lingkaran piring raksasa dengan garis tengah selebar 100 meter dengan landasan dikelilingi oleh air kolam yang merefleksikan bentuk patung itu dalam bayangannya seakan memberikan kesan kedalaman arti dan makna dari keberadaan monumen selamat datang , sungguh megah monumen terlihat seakan-akan melambai mega raya dilangit.
Jika kita menanyakan kepada orang-orang tua tentang kemegahan monumen tersebut pastilah mereka dengan bangga menceritakan kisah berdirinya Monumen Patung selamat Datang tersebut.
Beberapa puluh tahun kemudian…
Disela-sela pekatnya awan timah hitam yang melayang–layang diatas langit Bundaran HI, tetap tampak sepasang remaja melambaikan tangan lambaian selamat datang ,entah kepada siapa? Dahulu lambaian tangan tersebut disampaikan untuk menyambut duta olahraga dari berbagai negara.Sekarang entah lambaian tangan selamat datang itu dilambaikan kepada siapa ? pada anarki kah? pada reformasikah? pada polusikah?atau sebenarnya lambaian tangan sepasang remaja tersebut sebenarnya adalah lambaian S.O.S untuk minta diselamatkan dari keangkara-murkaan polusi suara ,polusi udara , minta untuk diselamatkan dan dilindungi dari penyalahgunaan fungsi bundaran HI ,sesungguhnya tidak ada yang tahu dan tidak ada seseorangpun yang dapat menebak arti lambaian tangan tersebut, mungkin juga ‘mereka’ tahu tetapi pura-pura tidak tahu.
Meskipun Monumen Bundaran HI telah direnovasi oleh Pemda DKI dengan dihiasi dengan 5 (lima) Formasi Air Mancur yang merupakan simbol ideologi Negara Republik Indonesia yaitu PANCASILA yang memiliki 5 (lima) sila dan sekaligus juga merupakan simbol dari tanda memberi salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibu Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang ,Selamat Petang , Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu.
Fungsi Bundaran HI sebagai titik jantung ibukota telah berubah fungsi sebagai tempat terbaik untuk kaum demostran Menyuarakan ’suara hati nurani rakyat’ , meskipun telah diketahui bahwa tidak ada satupun gedung Pemerintahan sebagai sasaran dari aksi demonstrasi itu berada disekeliling area tersebut ,bagaimana pemerintah bisa dan mau mendengar isi orasi-orasi yang disuarakan ? malah akibatnya setiap ada kegiatan di area monumen tersebut menyebabkan kemacetan yang padat dengan hiruk pikuk suara mesin dan klakson pengendara kendaraan bermotor bersaing dengan suara pengeras suara sang orator aksi demo. Hilanglah keindahan dan kemegahan monumen bundaran HI untuk sementara waktu dan agak teraniaya maksud tujuan dari revosai Bundaran HI.
Berdirinya Patung Selamat Datang bertepatan dengan berdirinya Hotel Indonesia, yang dibangun berdasarkan penjiwaan dan daya cipta Presiden Soekarno presiden Republik Indonesia Pertama , dengan maksud supaya Indonesia yang masih dalam muda dalam usia kemerdekaannya memiliki sebuah Hotel bertaraf internasional yang bisa dibanggakan kepada negara-negara lain.Patung Selamat Datang, terletak tepat ditengah piring raksasa dengan bahan patung yang dibuat dari tembaga dengan warna kemerah-merahan dengan simbol lingga-yoni .yang merupakan simbol favorit bung karno dalam mengkreasi suatu bangunan. saat sekarang kondisi patung telah berwarna kehijau-hijauan akibat hujam asam yang sering membasahi tubuhnya hingga burungpun enggan untuk singgah bertengger disana atau burung sudah memang tidak eksis lagi di atmosfir udara jakarta.
Kita semua tahu bahwa selama ini patung tersebut menjadi saksi bisu daripada perkembangan sejarah dan politik pemerintahan bangsa Indonesia dimulai dari pemerintahan Presiden pertama RI dan pergantian presiden selanjutnya, pergantian gubernur DKI-JAYA dan selanjutnya dan lebih khususnya lagi Monumen Patung Selamat datang di Bundaran HI menjadi saksi perkembangan tumbuhnya Kota Jakarta yang tumbuh secara liar tanpa terkendali bagaikan remaja yang tidak terikat pada kaidah-kaidah dan norma norma yang lazim, hal ini dapat terlihat dari arah pencapaian/kedatangan yang menjadi dasar didalam menentukan posisi sepasang patung untuk melambai menjadi tidak jelas karena titik kedatangan telah berubah,tidak lagi dari arah kemayoran( Pelabuhan Udara) dan Tanjung priok (Pelabuhan Laut), tetapi mungkin juga dasar patung ,hingga hari ini tetap saja melambai pada arah yang sama meskipun semua telah berubah.
Denyut nadi berdetak dengan cepat dan sang waktupun berjalan dengan pesat Kota Jakarta menjadi ruang kota yang semakin melebar tanpa arah yang pasti ,Bundaran HI makin bertambah kapasitas pemakai jalannya hingga sekarang kedudukan Monumen Bundaran HI tepat berada dijantung Ibukota, lain dengan dulu saat baru diresmikan ditahun 1962 bundaran HI masih berada didaerah pinggiran kota Jakarta, kita masih bisa kita melihat kondisi Jakarta pada saat Hotel Indonesia berdiri dan pembuatan monumen baru sedang dalam penggalian dasar tempat berdirinya monumen patung selamat datang dari dokumentasi pembangunan Hotel Indonesia ,difoto-foto tua dokumentasi pembangunan dapat dilihat dengan jelas Jalan Sudirman masih sepi dari bangunan-bangunan pencakar langitnya ,dimana Jakarta masih berusia muda untuk berkembang dan masih mudah untuk direncanakan perkembangannya dengan kalimat canggihnya pembuatan MasterPlan Kota- nya .
Monumen Bundaran HI saat sekarang sering dimanfaatkan sebagai Titik Acuan pencapaian , hal ini bisa kita lihat dari kalimat-kalimat promosi real astate atau property, kita mungkin tidak asing dengan kalimat-kalimat ‘Lokasi Perumahan kami hanya 30 menit dari jantung kota’ dan digambarkan Jantung Kota tersebut adalah patung Selamat datang bundaran HI , dan sebagai Titik Orientasi /landmark kota coba kita ingat pada era 80-an monumen bundaran HI pernah dijadikan Latar belakang dari sebuah acara telivisi yang terkenal lewat Putri Malamnya ,Masih ingat? dan kini sebuah Stasiun Telivisi dengan Acara berita juga mengambil lokasi Monumen Bundaran HI sebagai latar belakang layout studio.
Sungguh bermaknanya Monumen bundaran HI sebagai Ciri/identitas dari Kota Jakarta hingga dapat mengalahkan keberadaan pamor Monumen Nasional yang sebenarnya adalah landmark dari Kota Jakarta, atau mungkin karena kawasan MONAS yang telah dibatasi dengan pagar pembatas yang tinggi seakan – akan memisahkan rasa kepemilikan masyarakat sehingga masyarakat Jakarta lebih memilih dan menyukai Monumen Bundaran HI.
Begitu banyak ketertarikan dan kepentingan masyarakat terhadap Monumen Bundaran HI , padahal kita tahu masih banyak monumen air mancur di jakarta yang juga menarik dan baik, seperti Monumen Patung Pemuda diujung jalan sudirman, Monumen Air Mancur Pertamina yang berada di taman martha tiahahu kawasan Blok M Jakarta selatan.
Mungkin karena nilai historis yang berdekatan dengan ” founding father” kah? yang menyebabkan Monumen Bundaran HI terlihat terlebih spesial dan selalu diindat masyarakat atau karena Bundaran HI dikelilingi oleh bangunan-bangunan pecakar langit yang megah dan modern yang seakan – akan menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di masyarakat jakarta.
Jika berbicara tentang JANTUNG KOTA kita teringat akan PARU-PARU KOTA yang disandang oleh Ruang Terbuka Hijau (RTH) MONAS. Nasib paru-paru kota juga tak jauh berbeda dengan jantung kota ini ,dimana perencanaannya tidak dapat menggambarkan fungsinya secara benar sebagai tempat interaksi sosial masyarakat kota, malah taman kota tersebut sekarang malah seakan-akan terpenjara dan jauh dari jangkauan emosi masyarakat sebagai pemilik taman kota tersebut . Apakah bundaran HI juga akan mengalami nasib sepenanggungan dengan paru-parunya? jika demikian hal yang terjadi maka sekaratlah kota ini.Penduduk Kota Jakarta DKI akan dapat menghirup udara segar dengan membayar di ANCOL, RAGUNAN, TMII jika ada uang lebih dapatlah kiranya menghirup udara segar diluar kota Jakarta yaitu di puast-pusat rekreasi seperti di kebun raya BOGOR ,CIBODAS ,PUNCAK RAYA dan ANYER atau PELABUHAN RATU.
Sudah saatnya Pemerintah Daerah Jakarta mengkaji ulang keberadaan monumen-monumen yang masih berada dikawasan lain di jakarta tetapi sudah tidak terpelihara dengan baik, dan telah jauh dari tujuan utama untuk menjadikan monumen-monumen tersebut sebagai TITIK ORIENTASI PENCAPAIAN pencapaian pada suatu kawasan daripada harus membangun kembali monumen-monumen baru dengan simbol-simbol yang baru .
Kita mungkin pernah mendengar lagu pop Indonesia dengan judul KEMBALIKAN BALIKU ciptaan Guruh Soekarno Putra yang pernah diikutsertakan pada festival Asian Song di Tokyo sekitar tahun 80-an, sekarang tibalah saatnya kita menyanyikan lagu KEMBALIKAN BUNDARAN HI…JANTUNG KOTAKU. meskipun nyanyian tersebut akan sumbang untuk didengar oleh petinggi-petinggi yang berwenang.
Hidup tidak hanya bisa lebih baik dengan kritikan tetapi juga dengan pernyataan karya dan buah pikir yang nyata dan langsung.
WAHAI BUNDARAN HI..JANTUNG KOTAKU
September 7, 2007 in opini
Mega-mega jang disentuh, pudar karena keagungan kerja
Badai-badai jang ditentang,njisih karena keagungan jiwa
Tiadalah kebahagiaan sebesar kebahagian selesai kerja
Tiadalah kelapangan sebesar kelapangan kemenangan jiwa
Dan semua pengabdian Diuntukkan bagi keagungan bangsa
Dan semua kelelahan Diuntukkan bagi kemulian manusia……..
Sebuah puisi tertuliskan pada sebidang bingkai terbuat dari kuningan di ruang lobby Hotel Indonesia, dan tertulis pada saat peresmian Hotel Indonesia tanggal 5 Agustus 1962 sedangkan diluar bangunan hotel Tugu Selamat Datang juga berdiri dengan megahnya melambaikan tangan keramahan dan keceriaan bangsa Indonesia menyambut kontingen-kontingen duta olahraga pada pesta Asian Games tahun 1962 .
MONUMEN PATUNG SELAMAT DATANG, Bundaran HI berada tepat pada garis axis Utara –Selatan mengikat kawasan pelabuhan Tanjung Priok disebelah Utara dan kawasan Kebayoran disebelah selatan ,serta mempunyai simbol-simbol tertentu dengan dua pilar beton dengan tinggi 30 meter dengan tinggi patung sekitar 7 meter terletak pada poros lingkaran piring raksasa dengan garis tengah selebar 100 meter dengan landasan dikelilingi oleh air kolam yang merefleksikan bentuk patung itu dalam bayangannya seakan memberikan kesan kedalaman arti dan makna dari keberadaan monumen selamat datang , sungguh megah monumen terlihat seakan-akan melambai mega raya dilangit.
Jika kita menanyakan kepada orang-orang tua tentang kemegahan monumen tersebut pastilah mereka dengan bangga menceritakan kisah berdirinya Monumen Patung selamat Datang tersebut.
Beberapa puluh tahun kemudian…
Disela-sela pekatnya awan timah hitam yang melayang–layang diatas langit Bundaran HI, tetap tampak sepasang remaja melambaikan tangan lambaian selamat datang ,entah kepada siapa? Dahulu lambaian tangan tersebut disampaikan untuk menyambut duta olahraga dari berbagai negara.Sekarang entah lambaian tangan selamat datang itu dilambaikan kepada siapa ? pada anarki kah? pada reformasikah? pada polusikah?atau sebenarnya lambaian tangan sepasang remaja tersebut sebenarnya adalah lambaian S.O.S untuk minta diselamatkan dari keangkara-murkaan polusi suara ,polusi udara , minta untuk diselamatkan dan dilindungi dari penyalahgunaan fungsi bundaran HI ,sesungguhnya tidak ada yang tahu dan tidak ada seseorangpun yang dapat menebak arti lambaian tangan tersebut, mungkin juga ‘mereka’ tahu tetapi pura-pura tidak tahu.
Meskipun Monumen Bundaran HI telah direnovasi oleh Pemda DKI dengan dihiasi dengan 5 (lima) Formasi Air Mancur yang merupakan simbol ideologi Negara Republik Indonesia yaitu PANCASILA yang memiliki 5 (lima) sila dan sekaligus juga merupakan simbol dari tanda memberi salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibu Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang ,Selamat Petang , Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu.
Fungsi Bundaran HI sebagai titik jantung ibukota telah berubah fungsi sebagai tempat terbaik untuk kaum demostran Menyuarakan ’suara hati nurani rakyat’ , meskipun telah diketahui bahwa tidak ada satupun gedung Pemerintahan sebagai sasaran dari aksi demonstrasi itu berada disekeliling area tersebut ,bagaimana pemerintah bisa dan mau mendengar isi orasi-orasi yang disuarakan ? malah akibatnya setiap ada kegiatan di area monumen tersebut menyebabkan kemacetan yang padat dengan hiruk pikuk suara mesin dan klakson pengendara kendaraan bermotor bersaing dengan suara pengeras suara sang orator aksi demo. Hilanglah keindahan dan kemegahan monumen bundaran HI untuk sementara waktu dan agak teraniaya maksud tujuan dari revosai Bundaran HI.
Berdirinya Patung Selamat Datang bertepatan dengan berdirinya Hotel Indonesia, yang dibangun berdasarkan penjiwaan dan daya cipta Presiden Soekarno presiden Republik Indonesia Pertama , dengan maksud supaya Indonesia yang masih dalam muda dalam usia kemerdekaannya memiliki sebuah Hotel bertaraf internasional yang bisa dibanggakan kepada negara-negara lain.Patung Selamat Datang, terletak tepat ditengah piring raksasa dengan bahan patung yang dibuat dari tembaga dengan warna kemerah-merahan dengan simbol lingga-yoni .yang merupakan simbol favorit bung karno dalam mengkreasi suatu bangunan. saat sekarang kondisi patung telah berwarna kehijau-hijauan akibat hujam asam yang sering membasahi tubuhnya hingga burungpun enggan untuk singgah bertengger disana atau burung sudah memang tidak eksis lagi di atmosfir udara jakarta.
Kita semua tahu bahwa selama ini patung tersebut menjadi saksi bisu daripada perkembangan sejarah dan politik pemerintahan bangsa Indonesia dimulai dari pemerintahan Presiden pertama RI dan pergantian presiden selanjutnya, pergantian gubernur DKI-JAYA dan selanjutnya dan lebih khususnya lagi Monumen Patung Selamat datang di Bundaran HI menjadi saksi perkembangan tumbuhnya Kota Jakarta yang tumbuh secara liar tanpa terkendali bagaikan remaja yang tidak terikat pada kaidah-kaidah dan norma norma yang lazim, hal ini dapat terlihat dari arah pencapaian/kedatangan yang menjadi dasar didalam menentukan posisi sepasang patung untuk melambai menjadi tidak jelas karena titik kedatangan telah berubah,tidak lagi dari arah kemayoran( Pelabuhan Udara) dan Tanjung priok (Pelabuhan Laut), tetapi mungkin juga dasar patung ,hingga hari ini tetap saja melambai pada arah yang sama meskipun semua telah berubah.
Denyut nadi berdetak dengan cepat dan sang waktupun berjalan dengan pesat Kota Jakarta menjadi ruang kota yang semakin melebar tanpa arah yang pasti ,Bundaran HI makin bertambah kapasitas pemakai jalannya hingga sekarang kedudukan Monumen Bundaran HI tepat berada dijantung Ibukota, lain dengan dulu saat baru diresmikan ditahun 1962 bundaran HI masih berada didaerah pinggiran kota Jakarta, kita masih bisa kita melihat kondisi Jakarta pada saat Hotel Indonesia berdiri dan pembuatan monumen baru sedang dalam penggalian dasar tempat berdirinya monumen patung selamat datang dari dokumentasi pembangunan Hotel Indonesia ,difoto-foto tua dokumentasi pembangunan dapat dilihat dengan jelas Jalan Sudirman masih sepi dari bangunan-bangunan pencakar langitnya ,dimana Jakarta masih berusia muda untuk berkembang dan masih mudah untuk direncanakan perkembangannya dengan kalimat canggihnya pembuatan MasterPlan Kota- nya .
Monumen Bundaran HI saat sekarang sering dimanfaatkan sebagai Titik Acuan pencapaian , hal ini bisa kita lihat dari kalimat-kalimat promosi real astate atau property, kita mungkin tidak asing dengan kalimat-kalimat ‘Lokasi Perumahan kami hanya 30 menit dari jantung kota’ dan digambarkan Jantung Kota tersebut adalah patung Selamat datang bundaran HI , dan sebagai Titik Orientasi /landmark kota coba kita ingat pada era 80-an monumen bundaran HI pernah dijadikan Latar belakang dari sebuah acara telivisi yang terkenal lewat Putri Malamnya ,Masih ingat? dan kini sebuah Stasiun Telivisi dengan Acara berita juga mengambil lokasi Monumen Bundaran HI sebagai latar belakang layout studio.
Sungguh bermaknanya Monumen bundaran HI sebagai Ciri/identitas dari Kota Jakarta hingga dapat mengalahkan keberadaan pamor Monumen Nasional yang sebenarnya adalah landmark dari Kota Jakarta, atau mungkin karena kawasan MONAS yang telah dibatasi dengan pagar pembatas yang tinggi seakan – akan memisahkan rasa kepemilikan masyarakat sehingga masyarakat Jakarta lebih memilih dan menyukai Monumen Bundaran HI.
Begitu banyak ketertarikan dan kepentingan masyarakat terhadap Monumen Bundaran HI , padahal kita tahu masih banyak monumen air mancur di jakarta yang juga menarik dan baik, seperti Monumen Patung Pemuda diujung jalan sudirman, Monumen Air Mancur Pertamina yang berada di taman martha tiahahu kawasan Blok M Jakarta selatan.
Mungkin karena nilai historis yang berdekatan dengan ” founding father” kah? yang menyebabkan Monumen Bundaran HI terlihat terlebih spesial dan selalu diindat masyarakat atau karena Bundaran HI dikelilingi oleh bangunan-bangunan pecakar langit yang megah dan modern yang seakan – akan menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di masyarakat jakarta.
Jika berbicara tentang JANTUNG KOTA kita teringat akan PARU-PARU KOTA yang disandang oleh Ruang Terbuka Hijau (RTH) MONAS. Nasib paru-paru kota juga tak jauh berbeda dengan jantung kota ini ,dimana perencanaannya tidak dapat menggambarkan fungsinya secara benar sebagai tempat interaksi sosial masyarakat kota, malah taman kota tersebut sekarang malah seakan-akan terpenjara dan jauh dari jangkauan emosi masyarakat sebagai pemilik taman kota tersebut . Apakah bundaran HI juga akan mengalami nasib sepenanggungan dengan paru-parunya? jika demikian hal yang terjadi maka sekaratlah kota ini.Penduduk Kota Jakarta DKI akan dapat menghirup udara segar dengan membayar di ANCOL, RAGUNAN, TMII jika ada uang lebih dapatlah kiranya menghirup udara segar diluar kota Jakarta yaitu di puast-pusat rekreasi seperti di kebun raya BOGOR ,CIBODAS ,PUNCAK RAYA dan ANYER atau PELABUHAN RATU.
Sudah saatnya Pemerintah Daerah Jakarta mengkaji ulang keberadaan monumen-monumen yang masih berada dikawasan lain di jakarta tetapi sudah tidak terpelihara dengan baik, dan telah jauh dari tujuan utama untuk menjadikan monumen-monumen tersebut sebagai TITIK ORIENTASI PENCAPAIAN pencapaian pada suatu kawasan daripada harus membangun kembali monumen-monumen baru dengan simbol-simbol yang baru .
Kita mungkin pernah mendengar lagu pop Indonesia dengan judul KEMBALIKAN BALIKU ciptaan Guruh Soekarno Putra yang pernah diikutsertakan pada festival Asian Song di Tokyo sekitar tahun 80-an, sekarang tibalah saatnya kita menyanyikan lagu KEMBALIKAN BUNDARAN HI…JANTUNG KOTAKU. meskipun nyanyian tersebut akan sumbang untuk didengar oleh petinggi-petinggi yang berwenang.
Hidup tidak hanya bisa lebih baik dengan kritikan tetapi juga dengan pernyataan karya dan buah pikir yang nyata dan langsung.
AKIBAT DARI PERGAULAN BEBAS
Tingginya Penderita HIV/AIDS Akibat Pergaulan Bebas
Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.
Selain hilangnya kekebalan daya tubuh, pergaulan bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah, kata Kepala BKKBN Propinsi Bali, I Gede Putu Abadi, MPA di Denpasar, Senin (24/10).
Dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Balai Latihan dan Pengembangan, Ida Bagus Wirama, SH ketika membuka pelatihan managemen pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja bagi relawan dan pengelola, ia menyatakan, kondisi tersebut cukup memprihatinkan.
Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan, ujar Putu Abadi.
Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
Putu Abadi menambahkan, semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
"Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi," ujar Putu Abadi.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari
SO MENURUT anda'' semua apakah pergaulan bebas itu menjadi suatu yg :
1. tren
2. gaul
3. yg buat kita terkenal
padahal itu suatu yg berisiko tinggi untuk diri sendiri dan menyusahkan banyak orang,,,ya ga sih ???????
Pergaulan Bebas
“Akibat Pergaulan Bebas” Menyoal Kemerosotan Moral
Jakarta – Wabah seks, obat bius, minuman keras di lingkungan remaja Amerika Serikat telah menular ke Indonesia? Sikap menyalahkan “orang lain”, jelas gampang. Namun, bagaimana dengan gaya hidup sebagian besar masyarakat kita yang mengalami kemerosotan moral? Berbagai aktivitas seks selalu laris dipasarkan. Seakan tiada lagi tindakan mesum yang kini dianggap dosa. Indonesia sudah mampu bersaing dengan Amerika Serikat dalam hal kesesatan.Bintang Inova Citra jeli menangkap fenomena ini. Bekerja sama dengan SCTV, rumah produksi tersebut menghadirkan sinetron lepas yang menggambarkan kehidupan bebas kalangan remaja di kota besar. Judulnya pun tegas, menyentil persoalan gawat di kalangan remaja, “Akibat Pergaulan Bebas”. Akibat pergaulan yang menyesatkan itu (terutama seks bebas dan narkoba), adalah penyesalan, penderitaan seumur hidup hingga kematian di usia muda. Mereka terpaksa kehilangan masa depan.Sinetron ini mulai tayang di SCTV, Sabtu (12/11) malam pukul 21.00 WIB dengan episode pertama, “Kesucianku Direnggut Ayah Kandungku”. Pada episode awal ini dikisahkan nasib malang remaja putri bernama Lara (Nimas Ayu Kinasih) yang jadi korban petualangan seks. Ia dihamili pengusaha bernama Hartono (Dwi Yan), yang ternyata ayah kandungnya. Hartono bercerai dengan Niken (Meriam Bellina), pada saat Lara masih dalam kandungan. Lara lahir dan tumbuh sebagai gadis yang nihil kasih sayang ayahnya.Sinetron ini muncul berkat ide cerita produser Firman Bintang, serta sutradara Iyon Priyoko dan Norman Benny. Daya tarik lainnya, “Akibat Pergaulan Bebas” memakai tema lagu “Tak Akan Melupakanmu” (Radja), “Wahai Kau Cinta” (Radja), dan “Setengah Hati” (Ada Band).Warna Baru“Akibat Pergaulan Bebas” menyajikan episode-episode bermuatan kehidupan bebas, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan aborsi.Berbagai topik yang diangkat merupakan warna baru bagi persinetronan Indonesia. Dibandingkan sejumlah sinetron remaja yang kini marak, “Akibat Pergaulan Bebas” memiliki perbedaan sangat mendasar. Sinetron ini secara fokus menyorot kehidupan kaum remaja kota besar yang terjerumus ke dalam berbagai persoalan besar. Artinya, bukan sekadar kisah percintaan cengeng atau glamor.“Akibat Pergaulan Bebas” dibintangi artis-artis tua dan muda, seperti Meriam Bellina, Dwi Yan, Roy Marten, Donna Harun, Leroy Osmany, Adipura, Moudy Wilhelmina, Novia Ardana, Hengky Tarnando, Debby Cinthya Dewi, Ardina Rasthi, Nimas Ayu Kinasih, dan Eva Asmarani.
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah "negara berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin".
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Daftar isi
[sembunyikan]KEMISKINAN DIJAKARTA
DKI Targetkan Kurangi Angka Kemiskinan Dua Persen per Tahun
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, Rabu, saat mengukuhkan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan mengatakan penghapusan kemiskinan di ibukota bukanlah pekerjaan yang mudah karena permasalahan yang kompleks dan saling berkolerasi.
"Saya minta tim ini dapat merealisasikan target penanggulangan kemiskinan yaitu menurunkan jumlah penduduk miskin dua persen per tahun dan menurunkan angka pengangguran tiga persen pada 2009," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jakarta, persentase penduduk miskin di Jakarta selama 2002-2007 berkisar antara 3,42 persen hingga 4,48 persen.
BPS mencatat pada Mei 2006 terdapat 70.316 rumah tangga dengan kategori miskin, 23.651 rumah tangga dengan kategori sangat miskin dan 66.513 rumah tangga berkategori hampir miskin.
"Untuk itu saya minta dilakukannya penyusunan peta dan inventarisir sasaran kemiskinan, penetapan program prioriras dan pelibatan semua pihak," ujar Fauzi Bowo.
Gubernur DKI menyatakan cukup banyak program dari berbagai pihak untuk pengurangan kemiskinan, namun bila tidak terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik justru membingungkan warga miskin yang dibantu.
"Setiap program tentunya mengajukan syarat, program bisa berbeda-beda, pada akhirnya karena banyak syaratnya maka tidak ada yang terpenuhi dan gagal mendapatkan bantuan," paparnya.
Fauzi Bowo meminta agar program bantuan itu disalurkan melalui satu pintu sehingga terkoordinasi dan tepat sasaran.
"Percayakan pada Pemprov karena memahami bagaimana kondisi wilayah dan karakteristik warganya," ujar Fauzi.
Sementara itu Asisten Kesejahteraan Masyarakat pada Sekda Provinsi DKI Jakarta Rohana Manggala mengatakan saat ini terdapat 630.000 warga miskin di Jakarta, meningkat dari 560.000 pada 2005.
"Kenaikan itu antara lain akibat kenaikan bahan bakar minyak. Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur merupakan daerah yang banyak warga miskinnya," kata Rohana.(*)
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Kecamatan Pasar Minggu terletak di Jakarta Selatan. Nama kecamatan ini diambil dari nama Pasar Minggu yang ternama tersebut. Batas kecamatan di sebelah timur dengan Kali Ciliwung / Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, sebelah utara dengan Kecamatan Mampang Prapatan dan Pancoran, sebelah barat dengan Kecamatan Cilandak dan sebelah selatan dengan Kecamatan Jagakarsa.
Daftar kelurahan
- Pejaten Barat, Pasar Minggu dengan kode pos 12510
- Pejaten Timur, Pasar Minggu dengan kode pos 12510
- Pasar Minggu, Pasar Minggu dengan kode pos 12520
- Kebagusan, Pasar Minggu dengan kode pos 12520
- Jati Padang, Pasar Minggu dengan kode pos 12540
- Ragunan, Pasar Minggu dengan kode pos 12550
- Cilandak Timur, Pasar Minggu dengan kode pos 12560
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Kecamatan Pasar Minggu terletak di Jakarta Selatan. Nama kecamatan ini diambil dari nama Pasar Minggu yang ternama tersebut. Batas kecamatan di sebelah timur dengan Kali Ciliwung / Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, sebelah utara dengan Kecamatan Mampang Prapatan dan Pancoran, sebelah barat dengan Kecamatan Cilandak dan sebelah selatan dengan Kecamatan Jagakarsa.
Daftar kelurahan
- Pejaten Barat, Pasar Minggu dengan kode pos 12510
- Pejaten Timur, Pasar Minggu dengan kode pos 12510
- Pasar Minggu, Pasar Minggu dengan kode pos 12520
- Kebagusan, Pasar Minggu dengan kode pos 12520
- Jati Padang, Pasar Minggu dengan kode pos 12540
- Ragunan, Pasar Minggu dengan kode pos 12550
- Cilandak Timur, Pasar Minggu dengan kode pos 12560
Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta
Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Super Indonesia.
Persija didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Gubernur Jakarta, Sutiyoso, yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Pelatih klub untuk musim 2008 adalah Danurwindo. Sementara, pelatih klub untuk musim 2007 adalah Sergei Dubrovin dengan Isman Jasulmei sebagai asisten pelatihSejarah
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
Prestasi
Nasional
- Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
- Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
- Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
- Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
- Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
- Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
- Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan(7)
- Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
- Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
- Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
- Tahun 1994, Peringkat Ke-12 Divisi Utama Wilayah Barat
- Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
- Tahun 1996, Peringkat 10 Wilayah Barat
- Tahun 1998, Semifinalis
- Tahun 1999, Semifinalis
- Tahun 2001, Juara Liga Bank Mandiri atau Liga Indonesia (10)
- Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
- Tahun 2003, Peringkat 7 Liga Bank Mandiri
- Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
- Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
- Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
- Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
- Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
- Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
- Tahun 2008, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
Internasional
- Tahun 2001, Piala Champions Asia (Liga Champions Asia) Babak Pertama
- Tahun 2001, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
SUNGAI CILIWUNG
Ci Liwung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ci Liwung[1] atau secara salah kaprah namun lebih populer, Sungai Ciliwung, adalah sebuah sungai besar di Pulau Jawa. Wilayah yang dilintas Ci Liwung ini adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, dan Jakarta.
Hulu sungai ini berada di dataran tinggi yang terletak di Perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak. Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai ini mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di daerah Manggarai aliran Ci Liwung banyak dimanipulasi untuk mengendalikan banjir. Jalur aslinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, hingga Gambir, namun setelah Pintu Air Istiklal jalur lama tidak ditemukan lagi karena dibuat kanal-kanal, seperti di sisi barat Jalan Gunung Sahari dan Kanal Molenvliet di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran.[2] Di Manggarai, dibuat Banjir Kanal Barat yang mengarah ke barat, lalu membelok ke utara melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, hingga ke Pluit.
Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Ci Liwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan pemukiman-pemukiman kumuh. Sungai ini juga dianggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Jakarta. Selain karena daerah aliran sungai (DAS) di bagian hulu di Puncak dan Bogor yang rusak, DAS di Jakarta juga banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan potensi penyebab banjir di Jakarta menjadi besar .
Sistem pengendalian banjir sungai ini mencakup pembuatan sejumlah pintu air/pos pengamatan banjir, yaitu di Katulampa (Bogor), Depok, Manggarai, serta Pintu Air Istiklal. Pemerintah pernah merencanakan untuk membangun Waduk Ciawi di Gadog, Megamendung, Bogor sebagai cara untuk mengendalikan aliran sejak dari bagian hulu.
SUNGAI DI JAKARTA
Kali Angke (Hanzi: 紅溪河) adalah nama sebuah sungai di Jakarta, Indonesia. Nama Kali Angke diberikan setelah terjadinya peristiwa pembantaian etnis Tionghoa selama tiga hari oleh VOC di Batavia pada tanggal 9 Oktober 1740. Angke sendiri sebenarnya berasal dari dialek Hokkian, yang berarti Kali Merah. Dikatakan akibat peristiwa tersebut warna sungai berubah menjadi merah oleh darah etnis Tionghoa. Sejak itu namanya berubah menjadi Kali Angke. [1][2]
Sungai ini berhulu di Bogor, Jawa Barat. Kemudian melewati Tangerang Selatan, Kotamadya Tangerang dan bermuara di Jakarta Barat di wilayah Muara Angke. Sungai ini tidak pernah kering selama musim kemarau, karena berhulu langsung di wilayah pegunungan di daerah Bogor, sebagaimana Kali Pesanggrahan dan Ciliwung. Vegetasi yang tumbuh di tepian sungai ini di antaranya adalah rengas (Gluta renghas), pandan kapur (Pandanus tectorius), bambu tali (Bambusa vulgaris), putat (Planchonia valida), pulai (Alstonia scholaris), kecapi (Sandoricum koetjape), waru (Hibiscus tiliaceus) dan sebagainya.
Muara Angke (6°6′21″LS,106°46′29.8″BT) adalah pelabuhan kapal ikan atau nelayan di Jakarta. Ditandai dengan dioperasikannya penunjang kebutuhan nelayan seperti pelelangan ikan (struktur dan fasilitasnya) selain kelaziman sebuah bandar yang dikelola seorang syahbandar. Secara administratif pemerintahan, Muara Angke terletak di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Lokasinya berdekatan dengan Muara Karang.
Meski dikenal banyak orang Jakarta sebagai kampung nelayan, tempat pelelangan dan pelabuhan ikan serta tempat makan ikan bakar, namun Muara Angke menyimpan potensi lain. Di daerah ini, terdapat Suaka Margasatwa Muara Angke, kawasan hutan bakau seluas 25,02 hektar yang dihuni tak kurang dari 90 spesies burung.
Muara Angke merupakan bagian dari hutan bakau terakhir yang tersisa di propinsi DKI Jakarta. Kawasan hutan Angke-Kapuk yang terdiri dari Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan hutan bakau yang terakhir yang dapat dijumpai di Jakarta. Kawasan hutan ini memiliki luas keseluruhan sekitar 170,60 ha.
Asal Nama Muara Angke
Muara Angke adalah wilayah hilir dan kuala dari Kali Angke. Sedangkan kali atau sungai ini diperkirakan dinamai menurut nama seorang panglima perang Kerajaan Banten, yakni Tubagus Angke (Tubagus atau Ratu Bagus adalah gelar kebangsawanan kerajaan Banten).
Sekitar awal abad ke-16, Kerajaan Banten mengirim pasukannya untuk membantu Kerajaan Demak yang sedang menggempur benteng Portugis di Sunda Kelapa (Jakarta sekarang). Sungai di mana pasukan Tubagus Angke bermarkas kemudian dikenal sebagai Kali Angke dan daerah yang terletak di ujung sungai ini disebut Muara Angke.
Pendapat yang lain dikemukakan oleh Alwi Shahab, salah seorang penulis dan budayawan Betawi. Menurutnya, kata "angke" berasal dari bahasa Hokkian, yakni "ang" yang berarti merah dan "ke" yang berarti sungai atau kali. Hal ini terkait dengan kejadian tahun 1740, saat Belanda membantai 10.000 orang Tionghoa di Glodok, yang membuat warna air Kali Angke yang semula jernih menjadi merah bercampur darah. Namun, menurut budayawan Betawi Ridwan Saidi, kata "angke" berasal dari kata Sansekerta, "anke", yang berarti kali yang dalam.
Fasilitas
Kini Muara Angke terkenal sebagai tempat penjualan ikan laut segar dan ikan bakar di Jakarta. Memang di sini terdapat fasilitas tempat pendaratan dan pelelangan ikan, dan juga pasar ikan.
Restoran ikan bakar mulai tersedia sekitar tahun 1994, ketika RM (rumah makan) Ikan Bakar dan RM Sinar Muara hadir di sini. Sejak saat itu, tempat ini mulai dikenal para penikmat makanan untuk mendapatkan ikan bakar yang segar, enak dan relatif murah. Kini restoran ikan bakar telah banyak jumlahnya, namun uniknya restoran-restoran ini hanya menyediakan jasa memasak ikan. Pengunjung harus membeli ikan sendiri di pasar ikan yang berdekatan, dan kemudian menyerahkannya ke restoran untuk diolah: dibakar, digoreng dan lain-lain sesuai keinginan. Sayangnya, para pedagang ikan segar ini seringkali tidak jujur dalam timbangannya.
Di areal seluas 65 hektar ini juga terdapat pusat kegiatan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT). Berbagai jenis ikan asin, pindang dan asap dihasilkan di sini. Selain tempat pengolahan dan penjemuran ikan, di bagian ini juga terdapat beberapa toko yang menjual ikan asin dalam partai besar maupun eceran. Sebagian ikan asin yang dihasilkan dikirim antar pulau atau diekspor.
Pemukiman nelayan terdapat di bagian barat dan selatan. Kebanyakan perahu-perahu nelayan memang disandarkan di sepanjang tepian Kali Angke di barat dan selatan wilayah ini. Dok kapal nelayan dan tambak uji coba terdapat di bagian utara. Di samping itu, di kawasan ini juga terdapat kompleks rumah susun untuk nelayan, terminal bus dan angkutan kota, serta SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum).
Bahan bacaan
Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Pada 2006, Taman Impian Jaya Ancol berubah nama menjadi Ancol Jakarta Bay City
Sejarah
Sebagai kawasan wisata, Taman Impian Jaya Ancol ternyata sudah berdiri sejak abad ke-17. Waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata.
Sayangnya, ketika Perang Dunia II meletus disusul perang kemerdekaan, Ancol terlupakan. Sungai Ciliwung secara leluasa menumpahkan air dan lumpurnya ke sana sehingga mengubah kawasan tersebut menjadi kotor, kumuh, dan berlumpur. Kawasan yang semula cantik, berubah menjadi menyeramkan bagaikan 'tempat jin buang anak'.
Lalu, muncul usulan agar kawasan itu difungsikan menjadi daerah industri. Namun, usul itu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno. Malah, Bung Karno ingin membangun kawasan itu sebagai daerah wisata. Lewat Keputusan Presiden pada akhir Desember 1965, Bung Karno memerintahkan kepada Gubernur DKI Jaya waktu itu, dr. Soemarno, sebagai pelaksana pembangunan proyek Taman Impian Jaya Ancol. Proyek pembangunan ini baru terlaksana di bawah pimpinan Ali Sadikin yang ketika itu menjadi Gubernur Jakarta. Pembangunan Ancol dilaksanakan oleh PD Pembangunan Jaya di bawah pimpinan Ir. Ciputra.
[sunting] Pembangunan
Kekhasan Taman Impian Jaya Ancol di awal-awal berdirinya ditandai dengan dibangunnya Teater Mobil pada tahun 1970. Sarana rekreasi berikut yang dibangun makin mempopulerkan keberadaan Taman Impian Jaya Ancol, tidak saja di kalangan masyarakat ibu kota, tetapi juga seluruh Indonesia.
Pembangunan berbagai proyek terus berlanjut hingga kini. Pedagang kaki lima ditata, hotel dibangun, lapangan golf, dan beragam permainan dihadirkan. Hal itu berarti sarana rekreasi dan hiburan di Taman Impian Jaya Ancol akan semakin lengkap. Pada tahun-tahun berikutnya, pengadaan sarana rekreasi dan hiburan diarahkan pada sarana hiburan berteknologi tinggi. Hal itu telah dimulai dengan dibangunnya kawasan Taman Impian "Dunia Fantasi" tahap I pada tahun 1985.
Kini, Taman Impian Jaya Ancol yang berdiri pada lahan seluas 552 hektar, telah menjadi tempat wisata dan rekreasi permainan terbesar dan terlengkap di Indonesia.
[sunting] Biaya Masuk
Masuk melalui gerbang utama Rp. 12,000/ orang, Rp 12.000/mobil, Rp. 10.000/motor(update September 2008) [1]
[sunting] Objek wisata di Ancol
- Dunia Fantasi
- Gelanggang Samudra
- Atlantis Water Adventure - gelanggang renang terbesar di Ancol. Banyak fasilitas permainan seperti seluncur dengan ketinggian kurang lebih 15-20m. Di salah satu bagiannya, ada sebuah kolam yang pada saat-saat tertentu membuat gelombang besar sehingga semua orang di dalam kolam tersebut terasa seperti ada di laut
- Pasar Seni
- Seaworld Indonesia
- Marina
- Pantai Carnaval
- Pantai Festival
- Taman Pantai
- Hailai Mercure
- Padang Golf Ancol
- Kereta Gantung Gondola
- Ice World
- Pulau Bidadari
[sunting] Hotel
- Putri Duyung Cottage
- Hotel Raddin (tutup 22 Mei 2007)
- Hotel Mercure
- Hotel Wisata
- Ancol Mansion (opening soon)
[sunting] Pranala luar
- (id) Situs Resmi
- (id) Taman Impian Jaya Ancol
Sampah Ancam Jakarta
Jakarta bakal kebanjiran sampah dalam beberapa pekan ke depan. Masalahnya, untuk mengangkut 6.000 ton sampah yang dihasilkan warga Ibu Kota setiap harinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini kekurangan armada pengangkut. Bagaimana jalan keluarnya?
Minimnya armada pengangkut sampah ini memaksa Dinas Kebersihan DKI untuk menyewa sedikitnya 50 truk pengangkut sampah jenis compactor, dengan dana sebesar Rp 40 miliar. Anggaran sebesar itu sudah meliputi biaya sewa kendaraan, honor sopir, hingga bahan bakar.
Langkah Dinas Kebersihan DKI menyewa truk pengangkut sampah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Hanya saja, itu baru sebatas penyewaan truk sampah jenis biasa.
Dengan adanya 50 truk compactor itu, diproyeksikan mampu mengangkut sampah di Jakarta yang mencapai 6.000 ton atau setara 24.000 meter kubik per hari. Karena kapasitas satu truk dapat mengangkut 20 meter kubik untuk satu rit. Dalam sehari, satu truk compactor ditargetkan dapat mengangkut sampah sebanyak dua kali.
Menurut Lubis Latief, Kasubdin Bina Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI, sebelumnya Dinas kebersihan DKI berencana untuk menyewa 100 unit truk compactor. "Karena anggaran belum mencukupi, maka kita hanya akan menyewa 50 truk," jelasnya.
Program penyewaan kendaraan pengangkut sampah ini, tambahnya, akan diserahkan kepada pihak swasta. "Nantinya, pengelolaan dan penanganan sampah akan dilakukan oleh pihak swasta. Sedangkan Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan diri sebagai badan regulator. Ini untuk menuju swastanisasi dalam upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat juga," paparnya.
Sementara Eko Bahruna, Kepala Dinas Kebersihan DKI menjelaskan, jumlah karyawan yang pensiun setiap tahun di tempatnya mencapai sekitar 130 orang. "Hal ini membuat kami memutuskan beralih dengan sistem sewa pada pihak swasta untuk mengangkut sampah di Jakarta," katanya.
Untuk menjadi mitra Dinas Kebersihan, kata Eko, tentunya pemilik kendaraan harus mengikuti proses pelelangan. Rencananya sistem sewa itu akan dilakukan dalam jangka waktu setiap lima tahun sekali. Selanjutnya dapat diperpanjang lagi, namun harus mengikuti lelang ulang.
Jumlah armada yang dimiliki Dinas Kebersihan DKI sendiri, saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan. Dari sekitar 700 unit kendaraan pengangkut sampah yang dimiliki, sebanyak 280 unit (40%) sudah tidak laik operasi. Bahkan pada tahun anggaran 2008 ini, ditaksir ada 100 unit kendaraan yang harus diremajakan.
Volume sampah Jakarta, yang mencapai 6.000 ton per hari sendiri, diperkirakan akan terus melonjak dengan tingkat kenaikan sekitar 5% per tahun. Padahal, berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI, jumlah sampah yang terangkut pada 2007 adalah 85% dari total timbunan sampah.
Karena keterbatasan itu, maka dilakukan program 3R, yaitu re-use, reduce, recycle untuk mereduksi volume timbunan sampah. Namun, hal ini tentunya membutuhkan peran serta masyarakat secara aktif.
Bagong Suyoto, Ketua Koalisi LSM untuk Persampahan Nasional, memaparkan, penanganan sampah di Jakarta, sebenarnya takkan menjadi sepelik sekarang, apabila sejak dulu Pemprov DKI memiliki rencana yang matang mengenai pendaurulangan.
"Masalah pengangkut sampah yang kurang ini sudah terjadi sejak dulu. Dalam hal ini, alasan klasiknya adalah masalah anggaran," ujar Bagong.
Menurut dia, semestinya sejak lama Pemprov DKI memberikan penyuluhan pada masyarakat agar mau ikut serta dalam penanganan sampah, mulai dari tingkat rumah tangga. Yakni, dengan memilah antara sampah organik dan nonorganik.
Bagong juga mengingatkan, sebenarnya sudah sejak 1988 Pemprov DKI mengeluarkan peraturan tentang larangan membuang sampah sembarangan. Namun hingga kini, peraturan itu tak pernah direalisasikan dengan baik.
Sementara Rudi P Tambunan, pengamat lingkungan Universitas Indonesia, mengkritik terlalu borosnya pengelolaan sampah di Jakarta. Hal ini menjadi kendala dalam implementasi pengelolaan lingkungan.
"Sampah bertambah banyak, tapi cost untuk mengelola sampah tidak bisa dipenuhi setiap tahun," tandas Rudi.
Masalah sampah memang bukan hanya menjad tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan terlibat secara aktif tentu akan mengurangi beban pemerintah. Sehingga, jika Pemprov DKI merasa kewalahan akibat kekurangan kendaraan pengangkut sampah, volume sampah tidak terlalu menumpuk seperti saat ini.
penganguran dijakarta
Pengangguran di Jakarta Naik Jadi 12,57 Persen
"Barangkali tingkat persaingan untuk mendapat pekerjaan di Jakarta lebih sulit daripada di daerah karena jumlah pendatangnya terlalu banyak. Jadi sangat sulit menurunkan tingkat pengangguran di DKI Jakarta karena setiap saat saat ada saja pendatang baru yang akan mencari pekerjaan," kata Deputi BPS Bidang Statistik Sosial, Arizal Ahnaf, di Jakarta, Rabu.
Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS terhadap 278 ribu rumah tangga, dari jumlah angkatan kerja 4,40 juta orang pada Agustus 2007, penduduk bekerja mencapai 3,84 juta orang. Sedangkan 10 tahun lalu, hanya 3,81 juta orang bekerja dari jumlah angkatan kerja 4,30 juta orang.
Dari jumlah itu, hanya 2,49 juta orang atau 64,82 persen yang bekerja pada sektor formal, sedangkan sisanya bekerja di sektor non formal, seperti pada sektor pertanian.
"Di Jakarta, proyek infrastruktur pemerintah dan swasta juga sangat tinggi. Jadi bisa jadi pada kuartal terakhir, pencairan dana infrastruktur mencapai puncaknya sehingga bisa saja penyerapan tenaga kerja akan sangat tinggi di bulan-bulan terakhir," katanya tentang kemungkinan terjadinya penurunan pengangguran setelah bulan Agustus.